Menutup Aurat Kewajiban Umat Muslim Bukan Suatu Trend

Menutup Aurat Kewajiban Umat Muslim Bukan Suatu Trend. Di zaman yang serba modern dan permisif ini, manusia justru semakin bersemangat dalam menghalalkan apa yang telah menjadi tata aturan baku dalam norma kehidupan bermasyarakat. Menutup aurat adalah fitrah naluri manusia yang disepakati oleh semua agama. Namun semakin banyak fenomena dimana aurat dipertontonkan, bahkan dikomersialkan wal ‘iyadzubillah. Tulisan berikut ini bertujuan mengembalikan pemahaman kita akan konsep aurat yang benar sesuai cara pandang Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Islam adalah satu-satunya agama yang paling memuliakan manusia. Salah satu buktinya adalah Islam sangat perhatian dalam masalah menutup aurat. Lelaki dan wanita yang menutup aurat tentunya akan terpelihara kehormatan dan kesuciannya. Namun, jika kita melihat kehidupan masyarakat, banyak kita jumpai wanita keluar rumahnya yang mengumbar aurat mereka. Begitu pula kaum pria, banyak di antara mereka yang tidak menutup aurat. Seakan-akan menutup aurat bukan sebuah kewajiban dan meninggalkannya bukan sebuah dosa

Hukum Menutup Aurat

Menutup aurat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim laki-laki dan wanita. Siapa yang membuka auratnya, maka sungguh ia telah berbuat dosa sebab ia telah melakukan kedurhakaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shalallahu alaihi wasallam.

http://auramuslimdistro.com

Perintah Menutup Aurat

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar mereka menutup aurat dengan berbagai macam perintah.

Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman, baik laki-laki atau wanita untuk menundukkan pandangan. Mereka dilarang melihat aurat orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa aurat harus ditutup.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. “ (QS. an-Nur [24]: 30)

Syarat hijab wanita muslimah

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah dalam Hijab Al Mar’ah Al Muslimah memberikan batasan yang baik tentang syarat hijab bagi wanita muslimah berikut ini :
1. Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan
2. Tidak berfungsi sebagai perhiasan (boleh berwarna dengan syarat tidak sampai menarik perhatian lelaki –ed)
3. Berbahan tebal dan tidak transparan. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Akan ada umatku di akhir zaman yaitu perempuan yang berpakaian tapi telanjang” (HR. Thabrani, shahih). Ibnu ‘Abdil Barr menjelaskan bahwa yang dimaksud ialah berpakaian tipis hingga tidak menutup sempurna, sehingga secara bahasa ia berpakaian, namun hakikatnya ia telanjang.
4. Longgar dan tidak ketat hingga tidak memperlihatkan lekuk tubuh
5. Tidak beraroma wangi (parfum), berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apabila salah seorang diantara kalian (kaum wanita) keluar menuju masjid janganlah ia mendekati wewangian” (HR. Muslim)
6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, dan wanita yang memakai pakaian laki-laki” (HR Abu Daud, Al Hakim menilainya shahih sesuai syarat Muslim)
7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
8. Tidak termasuk jenis pakaian syuhrah (nyentrik)

Syaikh Al Albani rahimahullah menjelaskan, “Maka wajib bagi setiap muslim menerapkan syarat-syarat tersebut kepada istrinya dan kepada setiap wanita yang berada di bawah pengurusannya. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang ia pimpin”. Semoga Allah Ta’ala memberi taufiq dan hidayahnya,amin ya Allah ya robbal almin.